St. Ignatius
segera menyadari betapa taat serta penuh semangatnya St. Petrus
Kanisius. St. Ignatius mengutusnya ke Jerman di mana St. Petrus kemudian
berkarya selama empatpuluh tahun lamanya. Sangatlah sulit menyebutkan
semua karya besar St. Petrus Kanisus, doa-doanya serta pengorbanannya
sepanjang waktu itu. Yang menjadi perhatian utamanya adalah
menyelamatkan banyak penduduk Jerman dari bidaah-bidaah pada masa itu.
Ia juga berdaya upaya untuk membawa kembali mereka yang telah menerima
ajaran-ajaran sesat tersebut ke pangkuan Gereja Katolik. Dikisahkan
bahwa ia menempuh jarak kurang lebih duapuluh ribu mil (± 32,187 km)
dalam waktu tiga puluh tahun. Perjalanan sejauh itu ditempuhnya dengan
berjalan kaki atau dengan menunggang kuda. Meskipun banyak kesibukannya,
St. Petrus Kanisius masih sempat juga menulis banyak buku tentang iman.
Ia menyadari betapa pentingnya buku itu. Jadi, ia mengadakan kampanye
untuk menghentikan diperjualbelikannya buku-buku yang tidak baik.
Sementara itu, ia melakukan segala daya upaya untuk menyebarluaskan
buku-buku yang baik, yang mengajarkan iman. Dua buah buku katekese yang
ditulis oleh St. Petrus Kanisius menjadi demikian disukai hingga harus
dicetak ulang lebih dari duaratus kali dan diterjemahkan ke dalam
limabelas bahasa.
Kepada
mereka yang mengatakan bahwa ia bekerja terlalu keras, St. Petrus
Kanisius akan menjawab, “Jika kamu mempunyai terlalu banyak perkara
untuk dikerjakan, maka dengan bantuan Tuhan, kamu akan memperoleh cukup
waktu untuk mengerjakan semuanya.” Santo yang mengagumkan ini wafat pada
tahun 1597. Ia dinyatakan sebagai Doktor Gereja oleh Paus Pius XI pada
tahun 1925.
“Aku mohon agar dijadikan bersih sepenuhnya oleh-Mu, berjubahkan Engkau, dan menjadi gilang-gemilang oleh karena Engkau.”
0 komentar: