Adelaide
diselamatkan ketika Raja Otto Agung dari Jerman menaklukkan penguasa
ini. Meski Adelaide duapuluh tahun lebih muda darinya, Otto menikahi
Puteri Adelaide yang cantik pada Hari Natal. Ketika raja membawa pulang
ratunya yang baru, rakyat Jerman segera mencintainya. Adelaide seorang
yang lemah lembut dan anggun lagi cantik jelita. Tuhan menganugerahkan
lima anak kepada pasangan kerajaan ini. Mereka hidup bahagia selama
duapuluh dua tahun. Ketika Otto mangkat, putera sulung Adelaide menjadi
penguasa. Puteranya ini, Otto Kedua, seorang yang baik, tetapi terlalu
cepat bertindak tanpa pikir panjang. Ia melawan ibunya sendiri sehingga
ibunya meninggalkan istana. Dalam kepedihan hatinya, Adelaide minta
pertolongan seorang abbas, St Majolus. Abbas ini membuat Otto menyesali
perbuatannya. Adelaide menemui puteranya di Italia dan raja memohon
pengampunan dari bundanya. Adelaide berdoa bagi puteranya dengan membawa
persembahan ke tempat ziarah St Martin dari Tours.
Di
masa tuanya, St Adelaide dipanggil untuk memimpin negara sementara
cucunya masih kanak-kanak. Ia membangun banyak biara dan berkarya demi
mempertobatkan orang-orang Slavic. Sepanjang hidupnya, ratu yang kudus
ini taat pada nasehat orang-orang kudus. Ia senantiasa siap sedia
mengampuni mereka yang bersalah kepadanya. St Addle dari Cluny
menyebutnya sebagai “perpaduan mengagumkan dari keelokan dan
keanggunan.”
St Adelaide wafat pada tanggal 16 Desember 999.
Perempuan kudus ini dicintai sebagai seorang penguasa yang bijaksana. Bagaimanakah rahmat Tuhan berkarya dalam diriku sendiri?
0 komentar: