Paus
Damasus menyadari bahwa para imam di kota mempunyai gaya hidup yang
terlalu mewah. Sementara para imam di desa hidup jauh lebih sederhana.
Damasus meminta para imam untuk menyederhanakan gaya hidup mereka dan
tidak terikat pada harta serta milik. Ia sendiri menjadi teladan yang
mengagumkan.
Ada
juga begitu banyak bidaah (=ajaran sesat) selama masa kepemimpinannya
sebagai paus. Damasus menjelaskan iman yang benar. Ia juga mengadakan
Konsili Ekumenis Kedua yang diselenggarakan di Konstantinopel. Paus
Damasus dengan sungguh-sungguh berusaha membangkitkan semangat untuk
mencintai Kitab Suci. Ia menugaskankan St. Hieronimus untuk
menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin. Ia juga mengubah bahasa
resmi liturgi dari bahasa Yunani - kecuali Kyrie - ke bahasa Latin.
Paus
St. Damasus wafat pada usia sekitar delapanpuluh tahun pada tanggal 11
Desember 384. Ia dimakamkan di samping ibu dan saudarinya di sebuah
kapel kecil yang dibangunnya.
Paus
Damasus banyak menderita oleh karena tuduhan-tuduhan palsu. Berapa
sering aku membuat orang lain menderita karena kecurigaanku?
0 komentar: