Sepeninggal Euphronius, saudara sepupunya pada tahun 573, Gregorius
menggantikan dia sebagai Uskup Tours. Sebagai Uskup kota itu, Gregorius
adalah petinggi Gereja yang paling penting yang harus menghadapi bangsa
Frank, yang menguasai wilayah itu termasuk Tours. Konsepnya tentang
Gereja sebagai suatu kekuatan politik dan kebudayaan mengawetkan sistim
depotisme dan sikap tak bertanggungjawab dari kebanyakan Pangeran Frank.
Bukunya “De Cursibus Eccdesiasticis” ditulis untuk menyanggupkan kaum
rohaniwan-dengan dasar-dasar astronomi-mengenal waktu dengan mengamati
bintang-bintang. Studi ini menolong mereka dalam hal pengaturan waktu
terutama dalam kaitan dengan kewajiban-kewajiban membaca dan berdoa pada
malam hari. Gaya penulisannya sangat sederhana; ia dengan tangkas
menghindari uraian-uraian yang fantastis yang menandai hampir semua
karya ilmu pengetahuan pada masa itu. Kecuali itu, ia juga menulis
tentang riwayat hidup Santo Martinus dari Tours (315-399) dan Santo
Yulianus dari Brioude, yang hidup pada abad ketiga, dan menyusun satu
koleksi karya para orang kudus dan martir Prancis.
Karyanya yang terbesar ialah 10 buah buku Sejarah Bangsa Prancis. Dua
buku pertama berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari penciptaan sampai
tahun 511. Buku ketiga dan keempat menguraikan secara ringkas Sejarah
Kerajaan Frank sampai tahun 573. Sedangkan enam buku berikutnya
merupakan suatu kumpulan kronik tentang peristiwa-peristiwa dari
573-tahun di mana Gregorius menjadi uskup-sampai tahun 591.
Gregorius lebih menonjol sebagai seorang pencerita dengan gaya bahasa
yang hidup daripada seorang sejarawan objektif. Ia memberikan suatu
gambaran yang hidup tentang keadaan suatu masyarakat, dengan lebih
memberi tekanan kuat pada hal-hal yang menakjubkan dari suatu peristiwa
yang diuraikannya. Kemampuannya yang paling menonjol terlihat di dalam
kemampuan melukiskan perangai tokoh-tokoh yang berperan di dalam suatu
peristiwa. Kisahnya tentang peristiwa permandian Raja Clovis dan
pengikut-pengikutnya pada tahun 496 adalah sebuah cerita klasik yang
sangat menarik. Tokoh-tokoh dinasti Meroving dari Prancia seperti
Clotaire I, Chilperic I, Guntram, Ratu Fredegund, dan anggota-anggota
lainnya digambarkan dengan begitu hidup dibarengi suatu pemahaman yang
tinggi.
Seperti sejarawan-sejarawan lainnya, cerita-ceritanya mempunyai akurasi
dan daya tarik yang tinggi seolah-olah dia sendiri mengalaminya. Cerita
merupakan suatu kekayaan abad keenam dalam bidang sejarah politik dan
sosial. Buku Sejarah Bangsa Prancis yang ditulisnya dipakai oleh Santo
Bede, Paul Deacon dan sejarawan lainnya dari abad ketujuh dan kedelapan.
Buku itu mempunyai nilai sejarah yang tinggi sebagai satu sumber
informasi primer tentang Zaman Meroving dari Sejarah Prancis. Tanpa buku
itu asal-usul monarki itu tak dikenal oleh ahli-ahli zaman sekarang.
0 komentar: