Tetapi,
Edmund mempunyai masalah dengan agamanya. Ia selalu beranggapan bahwa
Gereja Katolik adalah satu-satunya Gereja yang benar. Dan ia tidak
menyembunyikan pendapatnya itu. Oleh karenanya, pemerintah, yang
menganiaya orang-orang Katolik, menjadi amat curiga kepadanya. Edmund
tahu bahwa ia akan kehilangan simpati ratu dan juga kehilangan semua
kesempatan untuk mendapatkan jabatan tinggi apabila ia memilih untuk
menjadi seorang Katolik. Pemuda ini berdoa dan menetapkan keputusannya.
Ia akan tetap menjadi seorang Katolik!
Setelah
melarikan diri dari Inggris, Edmund belajar untuk menjadi seorang imam.
Ia masuk Serikat Yesus. Ketika Bapa Suci memutuskan untuk mengirimkan
imam-imam Yesuit ke Inggris, Pastor Campion termasuk di antara imam-imam
pertama yang diutus. Malam sebelum ia pergi, salah seorang rekan imam
merasa terdorong untuk menuliskan kata-kata ini di pintu kamarnya:
“Pastor Edmund Campion, martir.” Meskipun Pastor Campion tahu akan
bahaya yang menghadangnya, imam yang kudus ini berangkat juga dengan
riang. Malahan, ia banyak tertawa oleh karena ia menyamar sebagai
seorang pedagang permata. Di Inggris, ia berkhotbah dengan berhasil di
hadapan umat Katolik yang menjumpainya secara rahasia. Mata-mata ratu
ada di mana-mana, mereka mencoba menangkapnya. Pastor Campion menulis:
“Sebentar lagi aku tidak akan terlepas dari tangan mereka. Kadang-kadang
aku membaca tulisan yang berbunyi 'Campion telah tertangkap'!” Seorang
pengkhianatlah yang pada akhirnya menyebabkan imam Yesuit itu
tertangkap. Di penjara, Pastor Campion dikunjungi oleh para pejabat
kerajaan yang mengaguminya. Bahkan Ratu Elizabeth sendiri juga datang.
Tetapi tidak satu pun dari ancaman ataupun janji-janji mereka yang dapat
membuatnya mengingkari iman Katoliknya. Bahkan tidak juga aniaya.
Walaupun harus banyak menderita, ia masih tetap mempertahankan diri dan
rekan-rekan imam lainnya dengan cara yang demikian mengagumkan sehingga
tidak seorang pun mampu mendebatnya. Meskipun begitu, ia tetap juga
dijatuhi hukuman mati. Sebelum hukuman dilaksanakan, St. Edmund
mengampuni orang yang telah mengkhianatinya. Ia bahkan membantu
menyelamatkan nyawa orang itu. St. Edmund Campion wafat pada tahun 1581
pada usia empatpuluh satu tahun.
Edmund
dapat memberikan pengampunan bahkan ketika tampaknya hal itu mustahil.
Adakah bagian dari hidupku yang membutuhkan rahmat pengampunan yang
menyembuhkan?
0 komentar: